Cermati paragraf berikut! Aku menjauhi trotoar, berjalan beberapa langkah dengan wajah tengadah. Lalu dari tengah jalan seraya mengatupkan kedua tangan agar membentuk corong di sekitar mulut, aku berteriak sekeras-keras: “ Lihat saja, aku bisa lebih dari kalian. Aku bisa, aku pasti bisa!!” Semua orang melihatku, tapi aku tidak peduli. Aku lebih memilih melanjutkan berjalan menuju rumah dengan mata berkaca-kaca, sambil dalam hati memohon, “Ibu, tolong bantu aku.” Dengan perlahan-lahan, aku berbisik pada diriku sendiri. Perbaikan kata ulang dicetak miring pada paragraf tersebut adalah?

Cermati paragraf berikut! Aku menjauhi trotoar, berjalan beberapa langkah dengan wajah tengadah. Lalu dari tengah jalan seraya mengatupkan kedua tangan agar membentuk corong di sekitar mulut, aku berteriak sekeras-keras: “ Lihat saja, aku bisa lebih dari kalian. Aku bisa, aku pasti bisa!!” Semua orang melihatku, tapi aku tidak peduli. Aku lebih memilih melanjutkan berjalan menuju rumah dengan mata berkaca-kaca, sambil dalam hati memohon, “Ibu, tolong bantu aku.” Dengan perlahan-lahan, aku berbisik pada diriku sendiri. Perbaikan kata ulang dicetak miring pada paragraf tersebut adalah?

  1. keras-keras
  2. sekeras-kerasnya
  3. sekeras-keras
  4. keras-kerasan
  5. mengeras-keras

Jawaban: B. sekeras-kerasnya.

Baca Juga :   Nickson berupaya menghilangkan pikiran buruk yang telah muncul, dan mencegah pikiran buruk yang belum muncul, mengembangkan pikiran baik yang telah muncul, dan memunculkan pikiran baik yang belum muncul; hal yang dilakukan nickson tersebut merupakan contoh dan bagian dari jalan mulia berunsur delapan, yakni?

Dilansir dari Ensiklopedia, cermati paragraf berikut! aku menjauhi trotoar, berjalan beberapa langkah dengan wajah tengadah. lalu dari tengah jalan seraya mengatupkan kedua tangan agar membentuk corong di sekitar mulut, aku berteriak sekeras-keras: “ lihat saja, aku bisa lebih dari kalian. aku bisa, aku pasti bisa!!” semua orang melihatku, tapi aku tidak peduli. aku lebih memilih melanjutkan berjalan menuju rumah dengan mata berkaca-kaca, sambil dalam hati memohon, “ibu, tolong bantu aku.” dengan perlahan-lahan, aku berbisik pada diriku sendiri. perbaikan kata ulang dicetak miring pada paragraf tersebut adalah sekeras-kerasnya.