5 Cara Tes Kehamilan Zaman Dulu

    Sebelum dunia kedokteran mengalami kemajuan seperti sekarang, ada berbagai cara kuno yang digunakan untuk mengetahui apakah seseorang perempuan sedang hamil atau tidak.

Berikut ini tes kehamilan yang mungkin belum pernah anda dengar sebelumnya:

1. Menggunakan katak

Katak afrika


Hah?

Iya. Kasih kencing kamu wahai wanita ke katak. Tapi bukan sembarang katak ya.

Adalah Xenopus laevis Betina asal tanah Afrika Selatan yang menjadi test pack kehamilan kurang lebih seabad silam.

Metode ini tercatat pada jurnal medis yang ditulis oleh Dr. Edward R. Elkan pada tahun 1938 yang mendasarkan penulisan tersebut atas hasil pengujian dan eksperimen seorang ilmuwan Inggris bernama lancelot Hogben di awal 1930an.

Gimana pengetesannya?

Jadi dengan tes Hogben ini kamu hanya perlu menyuntikkan air urin si wanita yang terduga hamil ke bagian kaki belakang Katak Xenopus laevis tersebut. Setelah itu katak ditempatkan kembali ke wadah mereka. Tunggu sekitar 5 hingga 12 jam. Dan perhatikan, apakah si katak bertelur atau tidak? Jika katak tersebut bertelur. Maka fix si wanita sedang mengandung. Kalau tidak bertelur maka sama saja hasilnya tanpa 2 garis biru.

Hal ini dipercaya oleh para peneliti terjadi karena Urin kehamilan si Hawa yang bernama Chorionic gonadotropin memicu sel Ovulasi pada si katak sehingga bertelur.

Hal ini dulu menjadi sesuatu yang booming di dunia kekeluargaan yang gak sabar menunggu momongan. Jadi ramai deh mereka import katak ini ke seluruh dunia. Dan semua berubah sejak dua garis biru menyerang ditahun 1970an. 

2. Menggunakan bawang merah

Hipocrates, seorang filsuf dan ahli di bidang medis percaya, bahwa dengan memasukkan bawang merah ke vagina perempuan,  bisa menentukan apakah perempuan tersebut hamil atau tidak.
Caranya, potong bawang merah dan masukkan ke vagina perempuan, bila keesokan harinya nafas dan mulut perempuan itu bau bawang, maka dia tidak hamil.

Hipocrates berasumsi bahwa rahim adalah jalan udara, bila ada bayi di dalam rahim, maka jalan udaranya terhalang.
Jika tidak, maka jalan udara akan bebas dari penghalang, sehingga menghasilkan nafas bau bawang.

3. Kencing di atas benih gandum

Cara ini dilakukan orang mesir Kuno pada abad 1350 SM, si wanita harus kencing diatas biji gandum. Jika biji gandum tersebut muncul jelai berarti ia sedang mengandung anak laki-laki, dan kalau biji gandumnya tumbuh maka si Ibu sedang mengandung anak perempuan. Dan jika tak muncul jelai atau tumbuh gandum maka si Ibu negatif hasilnya.

Dan dilansir dari NIH History, para peneliti menguji kembali tes ini. Dan 70% urin wanita hamil memang bisa menumbuhkan biji gandum. Gokil deh orang zaman dulu. Lumayan bisa 70% gitu.

4. Jarum

Ada juga pada abad pertengahan, viral tes kehamilan bernama Piss Prophets. Jadi caranya cari sebuah botol kecil. Isi botol dengan air urin. Lalu masukkan jarum ke dalam botol tersebut. Diamati deh, kalau selang beberapa hari atau minggu jarum berubah warna menjadi merah atau hitam. Maka si cewek kemungkinan besar sedang mengandung.

5. Mencium pot

Lalu ada juga teknik yang di sebut “CIUM POT” Yang sempat ngetrend di kalangan dokter pada abad ke 17. Caranya, isi pot anda dengan air kencing. Ambil pita panjang. Celupkan pita ke dalam pot tersebut. Terus cium-cium deh itu pita. Kalau anda mual, berarti selamat, anda mungkin sedang hamil. Kalau enggak mual muntah berarti antara dua.

Anda gak hamil. Atau hidung anda kesumbat boy.

Yah, banyak deh metodenya. Orang zaman dulu benar-benar primitif dan sangat mempercayai cerita orang tua mereka. Dan ya, berbekal pengalaman dari buyut ke buyut kebanyakan dari tes-tes tersebut sangat mujarab mengindentifikasi kehamilan dini.

Baca Juga :   Penyebab Paspor Indonesia Lemah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *