Ketika sedang makan bersama teman-teman, tanpa sengaja Maryani bersendawa sangat keras. Hal ini membuatnya ditegur oleh teman-temannya dan menjadi bahan perhatian di sekitarnya. Berdasarkan kekuatan mengikatnya, Maryani melanggar norma?

Ketika sedang makan bersama teman-teman, tanpa sengaja Maryani bersendawa sangat keras. Hal ini membuatnya ditegur oleh teman-temannya dan menjadi bahan perhatian di sekitarnya. Berdasarkan kekuatan mengikatnya, Maryani melanggar norma?

  1. habit (kebiasaan)
  2. ground (dasar)
  3. custom (adat istiadat)
  4. mores (tata kelakuan)
  5. Semua jawaban benar
Baca Juga :   Dheda dan Lima Butir Kentang Dahulu di tanah Jawa, hiduplah seorang pencari kayu bakar bernama Dheda. Dia bersama istri dan ketiga anaknya hidup sangat sederhana. Gubuknya juga sangat sederhana dan terletak di pinggir hutan. Sudah seminggu hujan turun tak kunjung berhenti ia tidak bisa mencari kayu bakar dan tidak bisa mendapatkan uang untuk makan keluarganya.Persediaan makanan sudah sangat menipis hanya punya lima butir kentang untuk anak-anak saja. Sore itu, ada seorang pengemis yang kedinginan dan kelaparan mengetuk rumah Dheda. Pengemis itu terlihat kelaparan dan ia pun tidak tega. Akhirnya ia memberikan lima butir kentang supaya bisa dimakan si pengemis. Pengemis itu memakan empat butir kentang lalu berkata pada Dheda untuk membagi satu kentang yang tersisa menjadi lima. Saat ia membagi kentang tersebut, kelima irisan tersebut berubah menjadi lima buah kentang. Jika satu butir diiris lagi, maka akan bertambah terus.Dikutip dari https://www.posbunda.com/hiburan/cerita-pendek-untuk-anak/.dengan pengubahan. Maksud kalimat yang tercetak miring adalah?

Jawaban: C. custom (adat istiadat).

Dilansir dari Ensiklopedia, ketika sedang makan bersama teman-teman, tanpa sengaja maryani bersendawa sangat keras. hal ini membuatnya ditegur oleh teman-temannya dan menjadi bahan perhatian di sekitarnya. berdasarkan kekuatan mengikatnya, maryani melanggar norma custom (adat istiadat).