Setiap sore menjelang, bapak selalu duduk di bangku tua kesayangannya. Bangku yang terbuat dari bambu itu telah menemani bapak melewati senja yang begitu indah. Duduk dengan tenang sembari melempar pandang ke luar jendela untuk menyaksikan betapa indah panorama yang senja sajikan. Rasa lelah setelah seharian memeras keringat tampak memudar ketika ia duduk di bangku tua kesayangannya itu. Gaya bahasa (majas) dalam kutipan cerita di atas adalah?

Setiap sore menjelang, bapak selalu duduk di bangku tua kesayangannya. Bangku yang terbuat dari bambu itu telah menemani bapak melewati senja yang begitu indah. Duduk dengan tenang sembari melempar pandang ke luar jendela untuk menyaksikan betapa indah panorama yang senja sajikan. Rasa lelah setelah seharian memeras keringat tampak memudar ketika ia duduk di bangku tua kesayangannya itu. Gaya bahasa (majas) dalam kutipan cerita di atas adalah?

  1. personifikasi
  2. metafora
  3. hiperbola
  4. litotes
  5. Semua jawaban benar
Baca Juga :   Yesus melukiskan Kerajaan Allah sebagai sikap Allah yang mengasihi. Dalam hal ini Allah dianggap sebagai?

Jawaban: C. hiperbola.

Dilansir dari Ensiklopedia, setiap sore menjelang, bapak selalu duduk di bangku tua kesayangannya. bangku yang terbuat dari bambu itu telah menemani bapak melewati senja yang begitu indah. duduk dengan tenang sembari melempar pandang ke luar jendela untuk menyaksikan betapa indah panorama yang senja sajikan. rasa lelah setelah seharian memeras keringat tampak memudar ketika ia duduk di bangku tua kesayangannya itu. gaya bahasa (majas) dalam kutipan cerita di atas adalah hiperbola.