Kecenderungan Empirik PKP 1). Terdapat kesenjangan yang tinggi antara kemampuan Siswa Peserta UN dengan Standar Soal UN.2). Dari tahun 2000 sampai tahun 2015, skor siswa Indonesia berkisar antara 370-400, sementara skor rata-rata PISA 500.3). Soal-soal HOTS pada UN/USBN, PISA, TIMSS menuntut siswa untuk berpikir, mengolah informasi, membaca teks panjang.4). Kemampuan guru dalam implementasi Kurikulum 2013 (analisis SKL-KI-KD dan perumusan IPK) masih rendah.5). Mindset guru lebih fokus kepada pelaksanaan assessment of learning (sumatif) dibanding assessment for learning (formatif).6). Pelaksanaan PKB saat ini lebih cenderung membuat guru pintar daripada membuat murid pintar?

Kecenderungan Empirik PKP 1). Terdapat kesenjangan yang tinggi antara kemampuan Siswa Peserta UN dengan Standar Soal UN.2). Dari tahun 2000 sampai tahun 2015, skor siswa Indonesia berkisar antara 370-400, sementara skor rata-rata PISA 500.3). Soal-soal HOTS pada UN/USBN, PISA, TIMSS menuntut siswa untuk berpikir, mengolah informasi, membaca teks panjang.4). Kemampuan guru dalam implementasi Kurikulum 2013 (analisis SKL-KI-KD dan perumusan IPK) masih rendah.5). Mindset guru lebih fokus kepada pelaksanaan assessment of learning (sumatif) dibanding assessment for learning (formatif).6). Pelaksanaan PKB saat ini lebih cenderung membuat guru pintar daripada membuat murid pintar?

  1. 1,2,3,4,5,dan 6
  2. 2,4, dan 6
  3. 1,3, dan 5
  4. 1,2, dan 3
  5. Semua jawaban benar
Baca Juga :   Ibu kota negara Vietnam adalah ...space

Jawaban: A. 1,2,3,4,5,dan 6.

Dilansir dari Ensiklopedia, kecenderungan empirik pkp 1). terdapat kesenjangan yang tinggi antara kemampuan siswa peserta un dengan standar soal un.2). dari tahun 2000 sampai tahun 2015, skor siswa indonesia berkisar antara 370-400, sementara skor rata-rata pisa 500.3). soal-soal hots pada un/usbn, pisa, timss menuntut siswa untuk berpikir, mengolah informasi, membaca teks panjang.4). kemampuan guru dalam implementasi kurikulum 2013 (analisis skl-ki-kd dan perumusan ipk) masih rendah.5). mindset guru lebih fokus kepada pelaksanaan assessment of learning (sumatif) dibanding assessment for learning (formatif).6). pelaksanaan pkb saat ini lebih cenderung membuat guru pintar daripada membuat murid pintar 1,2,3,4,5,dan 6.