Perbedaan Trading Saham dan Investasi Saham

Bagaimana Perbedaan Trading Saham dan Investasi Saham?

Mungkin banyak dari anda yang belum memahami bagaimana perbedaan trading saham dan investasi saham. Hal ini menyebabkan anda merasa cemas ketika ingin melakukan trading saham maupun investasi saham.

Adanya rasa cemas tersebut menimbulkan pemahaman buruk tentang trading saham dan investasi saham. Kurangnya pengetahuan mengenai bagaimana perbedaan trading saham dan investasi saham membuat anda takut untuk melakukan investasi saham.

Trading saham dan investasi saham merupakan hal yang berkaitan dengan keuangan. Oleh karena itu, banyak orang atau mungkin anda juga menganggap jika keduanya mempunyai tujuan dan kegunaan yang sama dalam hal teknik keuangan.

Namun pada kenyataanya, mengenai bagaimana perbedaan trading saham dan investasi ini cukup jelas, misalnya pada jangka waktu yang dibutuhkan. Selain itu, perbedaan keduanya juga terlihat pada prinsip dan strategi.

Lalu bagaimana perbedaan trading saham dan investasi secara lebih spesifik? Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Perbedaan Trading Saham dan Investasi Saham

Trading Saham

Trading saham merupakan teknik buy and sell (menjual dan membeli) saham yang memiliki jangka waktu singkat, misalnya dalam hitungan hari, jam, menit, maupun detik.

Para trader atau scalper bisa melakukan trading dengan memanfaatkan perubahan harga yang terjadi dalam waktu singkat. Hal ini dilakukan para trader untuk mencari keuntungan.

Scalper atau trader biasanya membeli saham jika saham tersebut berada pada harga yang paling rendah, kemudian mereka akan menjualnya dengan harga yang lebih tinggi.

Jangka waktu biasanya pendek seperti 15 menit atau paling lama 1 minggu. Hal inilah yang menjadikan trading saham memiliki jangka waktu yang singkat.

Strategi

Daripada kinerja emiten saham yang dibeli, biasanya para trader saham akan memfokuskan rencana pada kondisi pasar dan sentimen.

Apabila terjadi penurunan dalam pasar saham yang disebabkan oleh ekonomi global atau politik negara maka para trader tidak akan masuk ke pasar saham hingga pasar saham tersebut kembali normal.

Karena tidak memegang posisi trading long, maka rencana dan strategi para trader akan lebih jelas dan fokus. Rasio risk reward, stop loss, dan target profit merupakan beberapa strategi ekonomi yang digunakan oleh para scalper.

Prinsip

Seperti penjelasan sebelumnya bahwa trading adalah teknik membeli dan menjual sehingga para trader selalu memanfaatkan adanya fluktuasi harga untuk memanfaatkan selisih jual dan beli.

Pergerakan harga saham dapat diketahui dengan menggunakan analisa teknikal. Para perusahaan yang menaikkan harga saham dalam jangka pendek maka akan dibeli oleh para trader.

Baca Juga :   Cara Menentukan Waktu yang Tepat untuk Membeli Tanah

Namun, trader juga akan dihadapkan pada masalah resiko trading seperti rendahnya harga jual dari harga beli sehingga menyebabkan kehilangan modal, serta resiko bangkrutnya perusahaan.

Counterparty risk yang dimiliki para trader memang lebih rendah, namun mereka belum bisa memanfaatkan short selling ban atau penurunan harga yang tajam.

Investasi Saham

Investasi saham merupakan kegiatan membeli saham yang kemudian disimpan dan dijual saat harga saham mulai naik. Biasanya investor kurang peduli jika terjadi turun harga sama dari ekspektasi jika harganya kembali naik lagi.

Investor akan memperhatikan dengan baik mengenai faktor apa yang menjadi pemicu saham tersebut. Pengamatan ini biasanya dilakukan dengan jangka waktu yang cukup panjang.

Umumnya investor akan membeli saham kemudian menyimpannya selama lebih dari 2 tahun dan kemudian melepaskannya apabila tujuan sudah tercukupi.

Strategi

Dalam investasi, para investor lebih memperhatikan faktor yang mempengaruhi saham. Jika ada fluktuasi para investor kurang terpengaruh dengan adanya hal itu.

Investor biasanya membeli saham eksportir kerja yang berkualitas dan sehat serta dasar yang kokoh. Para investor membeli saham demi kesehatan perusahaan.

Investasi jangka panjang merupakan sarana investasi yang dipilih oleh investor, misalnya industri baik kecil maupun besar, real estate, atau dalam bentuk saham.

Pembagian dividen secara berkala merupakan keuntungan yang didapatkan oleh para investor selain dari nilai aset yang meningkat.

Prinsip

Jika prinsip trader adalah menjual dan membeli maka prinsip investor adalah membeli dan menahan. Investasi yang dilakukan para investor akan memiliki jangka waktu lebih dari satu tahun.

Apabila kualitas emiten mulai memburuk atau tujuan yang investor inginkan sudah tercapai maka mereka akan menjual sahamnya.

Analisis fundamental biasanya akan digunakan, misalnya rasio harga terhadap pendapatan, serta ekspektasi manajemen yang berguna untuk membantu menentukan kinerja perusahaan.

Risiko pembayaran parsial dan risiko pihak lawan merupakan risiko-risiko yang akan terlibat dalam investasi.

Risiko yang terjadi apabila aset yang miliki hanya terjual sebagian maka hal ini dinamakan dengan partial filling risk. Adapun risiko lawan akan terjadi apabila saat anda pihak lain dalam membeli suatu aset ketika anda menjualnya, atau sebaliknya.

Dengan adanya penjelasan diatas semoga bisa membantu anda untuk mengetahui bagaimana perbedaan trading saham dan investasi saham. Pastikan anda salah pilih antara trading atau investasi saham, ya..