Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengapa Gaji Tidak Sesuai dengan Beban Kerja?

Bagi seorang karyawan, berbicara soal gaji adalah persoalan krusial, umumnya seorang karyawan dituntut untuk menyelesaikan beban kerja dengan parameter gaji yang sudah ditentukan.

Sayangnya sedikit banyak yang mengeluh, gaji yang terlalu kecil, beban kerja yang tidak seimbang, tetapi malu nego ke atasan. 

Pernahkah sobat mempertanyakan mengapa gaji yang diterima tidak sesuai dengan kerja keras yang dilakukan?

Gaji dan beban kerja

Itu karna gaji yang sobat terima berpatokan pada seberapa tergantikannya sobat, itu formulanya.

Sederhannya begini, ada 8 pion dan hanya ada 1 ratu.

Indonesia punya 270 juta jiwa, yang mana 2/3nya adalah usia produktif, artinya ada 180 juta jiwa orang yang siap kerja di Indonesia.

Kira-kira diantara 180 juta orang itu ada yang bisa menggantikan sobat atau tidak?

Kalau pekerjaan sobat bisa ditangani siapa saja, ya cara satu-satunya adalah ikhlas terima gaji yang ditawarkan. Misal menolak pun, selalu ada calon pekerja lain yang bisa menggantikan. 

Contoh paling nyata itu layanan ojek online. Ketika ada pengurangan bonus, terpaksa para supir bekerja lebih lama dari biasanya. Tidak suka dengan bonus yang ditawarkan? Masih banyak orang lain mau menggantikan.

Akan berbeda ceritanya kalau sobat memiliki cara berpikir yang jenius sehingga menaikkan keuntungan perusahaan dan mampu membantunya ekspansi secara luas, bisa jadi pekerjaan nyata hanyalah ngopi, telepon kiri-kanan dan tanda tangan dokumen, tapi gaji sobat ratusan juta rupiah per bulan. 

Jadi bagaimana? Mau jadi tenaga kerja biasa atau jadi pekerja profesional yang bakal dipertimbangkan perusahaan? Keputusan di tangan sobat. Cheers.

Posting Komentar untuk " Mengapa Gaji Tidak Sesuai dengan Beban Kerja?"