b{font-weight:bold;} Mengapa Video Game Tidak Dibuat 100% Realistis? - IDN PEDIA
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengapa Video Game Tidak Dibuat 100% Realistis?

Belakangan ramai dibahas mengapa video game tidak dibuat 100% realistis?  Padahalkan bakal lebih bagus. 


Alasannya sederhana: video game tidak akan seru jika 100% realistis.

Mari kita gunakan Call of Duty sebagai contoh. Jika Call of Duty dibuat 100% realistis, maka:

1. Health kita (pemain) tidak akan bisa terisi kembali secara ajaib. Jika kita tertembak di kepala atau di dada dan tidak mendapatkan penanganan medis yang layak, kita akan mati kehabisan darah.

2. Tidak akan ada HUD yang menampilkan data seputar pemain dan permainan. Kita tidak akan melihat tampilan yang dapat membantu kita dalam membidik tembakan, melihat posisi kita dengan peta kecil, menghitung jumlah ammo yang tersisa, dan mengetahui teriakan dari commanding officer kita di tengah-tengah pertempuran.

3. Kita akan merasakan sakit. Dibacok dengan pisau, diledakkan oleh peluru artileri, atau ditembak oleh sniper sangatlah sakit. Tidak bisa dibayangkan bagaimana sakitnya.

4. Tidak akan ada respawn (pemain hidup kembali setelah mati).


Itu hanya sebagian kecil dari apa yang akan terjadi jika Call of Duty dibuat 100% realistis.


Apakah kita akan memainkan game dengan semua kerealistisan itu?



Sekarang kita berbicara tentang grafik.

Mata manusia benar-benar organ yang luar biasa. Penglihatan mata kita setara dengan kamera resolusi 576 MEGAPIKSEL. Sebagai perbandingan, resolusi kamera smartphone biasa yang kita miliki sekitar 16 MP. Bisa dilihat perbedaan yang jelas di sana.


Kamera Energi Gelap di Chili merupakan perangkat seukuran stan telepon umum yang dapat menangkap gambar 570 MP menggunakan sekumpulan sensor CCD dan satu kaca berukuran besar (sekitar 4 meter). Perangkat ini merupakan kamera tercanggih yang pernah manusia ciptakan. Namun, itu pun masih kalah canggih dengan sistem penglihatan manusia.

 

Setiap model dan tekstur pada game harus didesain oleh manusia, secara manual, lalu diimport ke dalam dunia game. Coba pikirkan. Dalam game GTA: V, area yang dapat dimainkan (hanya yang dapat dimainkan, tidak termasuk tempat-tempat yang dapat pemain lihat tetapi tidak dapat dijamah) sangat besar. Anda tahu ini. Setiap senti dari dunia yang besar dan indah itu harus didesain oleh manusia. Setiap karakter, kendaraan, awan, orang, semut, bangunan, ledakan, dll. harus didesain oleh manusia. Jumlah tenaga dan waktu yang harus dikerahkan untuk membuat semua itu tampak 100% nyata tidak dapat dinalar.


Ditambah lagi tidak ada komputer gaming di dunia ini yang bisa me-render setiap partikel tanah, debu, dan, puing secara sempurna.

Posting Komentar untuk "Mengapa Video Game Tidak Dibuat 100% Realistis?"