b{font-weight:bold;}

Dibalik Popularitas, Inilah Sisi Gelap Thomas Alfa Edison

Seorang Ilmuwan ternama, dengan berbagai penemuannya yang hebat. Bohlam yang sanggup menyala selama 40 jam, alat komunikasi telegraf, phonograph, flouroskopi untuk pemeriksaan X-Ray, dan lain lain.


Edison, dibalik kecemerlangan dan kejeniusannya, memiliki sisi gelap dalam hidupnya.

Ini adalah Nikola Tesla, seorang ilmuwan yang tak kalah jenius



Dikenal jenius sejak masa kecilnya, dia bahkan disangka melakukan kecurangan di sekolah tinggi, hanya karena terlalu pintar di bidang Matematika dibandingkan teman sebayanya. Sekolah tinggi yang saat itu berdurasi 4 tahun, diselesaikannya dalam tempo 3 tahun. Dia kemudian memiliki minat yang sangat besar di bidang listrik.

Impiannya menemukan solusi besar dalam listrik hampir tidak tercapai, karena keinginan ibunya untuk menjadikan anaknya seorang pendeta. Tesla pun terkena kolera di kampung halamannya, penyakit yang cukup mematikan pada masanya, sehingga dia hampir meninggal.
Sang ibu pun berjanji untuk membiarkan Tesla memilih jalan hidupnya bila dia kembali sehat. Dan ini pun terjadi, sebuah pilihan yang akan merubah dunia, selamanya..

Pada 1875, Tesla menempuh pendidikan di politeknik Austria. Tesla yang sangat ambisius, tidak pernah melewatkan satupun kuliah, mendapat nilai tertinggi, hingga diberikan surat penghargaan oleh dekan politeknik bahwa dia adalah murid yang paling pintar. Bahkan pada tahun kedua pendidikannya, dia sudah bisa berdebat dengan profesor pengajar di tempatnya. Sayangnya, di tahun yang sama ini, ayah Tesla meninggal dan Tesla menjadi kecanduan judi serta billiard, sehingga tidak siap untuk menempuh ujian, dan tidak bisa lulus

Pindah ke Budapest



Tesla di-drop out pada 1878 dan memutuskan untuk menghilang. Tesla kemudian pindah ke Budapest pada 1881 dan bekerja di perusahaan Telegraph. Kejeniusannya membuatnya terus menerus promosi hingga akhirnya dikirimkan ke perusahaan milik Edison.

Kecerdasannya membuat Tesla diberi pekerjaan untuk mendesain dinamo yang sangat efisien sehingga perusahaan milik Edison berkembang cepat dan mengalami peningkatan pesat untuk permintaan pemasangan instalasi lisrik baru.

Namun, desain listrik DC (Direct Curent) searah milik Edison hanya mampu menghantarkan listrik hingga 1 km dari generator, dan daya yang dihasilkan tidak cukup kuat sehingga hanya bisa menyalakan lampu saja.



Tesla pun mengembangkan sistim Alternating Current (AC) , arus bolak balik, yang bisa menempuh ribuan kilometer dan memiliki daya yang lebih besar dibanding ciptaan Edison. Tesla menawarkan desainnya ke Edison, yang ditolak karena Edison khawatir akan image penemuannya dikalahkan milik Tesla.

Penipuan Edison
Edison bahkan menantang Tesla untuk menciptakan alat listrik DC yang jauh lebih efisien dan Edison siap membayar 50000 dollar AS (setara 20 ribu dolar AS atau 28 miliar rupiah uang masa kini). Diluar dugaan, desain ini berhasil, dan Edison menolak membayar Tesla, mengklaim bahwa 50 ribu dollar itu hanya candaan.

Tesla kemudian berhenti bekerja di perusahaan Edison, dan kemudian mempresentasikan idenya ke berbagai pengusaha di wallstreet, melakukan banyak demonstrasi hingga akhirnya ada yang bersedia mendanainya. Dana ini digunakan Tesla untuk membangun laboratoriumnya dan meneliti tentang listrik AC.


Di sisi lain, Edison mulai kesulitan memenuhi permintaan desain listriknya, karena listrik DC Edison hanya mampu mengalir sejauh 1km. Sementara desain Tesla makin dikenal banyak pengusaha. Listrik ini bisa digunakan untuk berbagai kepentingan industri. George Westinghouse, orang terkaya Amerika pun membeli paten listrik milik Tesla, agar bisa dialirkan ke rumah-rumah penduduk.

Untuk menangani resiko akibat tegangan tinggi, tesla pun menciptakan trafo sehingga listrik yang masuk ke rumah penduduk tidak lagi bertegangan tinggi yang membahayakan dan bisa digunakan oleh penduduk.

Propaganda Edison
Edison, yang perlahan-lahan mulai terkikis, mulai melakukan black campaign terhadap Tesla. Edison mengundang wartawan untuk demonstrasi listrik AC-nya Tesla, untuk membunuh anjing dan gajah di sirkus dengan listrik AC. Dia berharap, warga akan ketakutan, dan tidak akan menggunakan ciptaan Tesla, serta citra buruk terhadap Tesla berlangsung. Edison bahkan menciptakan alat eksekusi mati dengan desain listrik milik Tesla.

Gajah yang disetrum oleh Edison ditunjukkan di bioskop-bioskop agar masyarakat melihatnya.



Tesla tidak diam saja. Dia pun membuat demonstrasi penemuannya yang tidak kalah ekstrim. Dengan Tesla Coil, dia menunjukkan bahwa percikan api listrik menyambar-nyambar tubuhnya, dan dia tetap baik-baik saja.



Listrik DC milik Edison pun ditinggalkan, dan listrik Tesla menjadi standart baru. Tesla bahkan membuat desain generato
 listrik tenaga air untuk proyek berikutnya.

Setelahnya, Tesla berhasil menyelesaikan berbagai penemuan (Listrik AC, mesin turbin, trafo, komunikasi pesawat nirkabel, dan masih banyak lagi) .

Hingga kini, masyarakat lebih mengenal Edison dibanding Tesla, meskipun berbagai usaha sabotase,kelicikan, dan penipuan yang telah dilakukannya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Dibalik Popularitas, Inilah Sisi Gelap Thomas Alfa Edison"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel