b{font-weight:bold;}

Cara Kerja Kompresi Berkas pada Komputer

Berapa lama anda menggunakan komputer atau handphone? Jika sudah cukup lama, saya yakin pasti anda pernah melihat format berkas seperti .rar, .zip, tar, dll. Format berkas ini merupakan hasil dari proses mengompresi berkas (file) dengan tujuan mengurangi bobot (ukuran) file

Bagi Admin blog download misalnya, tool semacam ini sangat berguna untuk memperkecil ukuran file yang mereka upload sehingga menghemat kapasitas penyimpanan server mereka.

Namun pernahkah anda berfikir cara kerja kompresi berkas seperti .rar? Jika belum pernah terpikir kan, maka berikut kami ajak anda mengenali proses kompresi pada suatu file 

Algoritma apa yang digunakan?
Sebelum anda belajar mengompresi file kami sarankan anda belajar algorima dulu untuk memudahkan pemahaman anda. Dalam melakukan kompresi berkas atau pemampatan file sebenarnya menggunakan banyak algorima, namun secara umum ada dua macam algoritme yang sering digunakan dalam melakukan pemampatan data, yakni tanpa kehilangan data (lossless) dan dengan menghilangkan sebagian data (lossy). Kedua cara ini secara garis besar memiliki teknik yang sama dalam melakukan kompresi data.


Tidak seperti mesin pemadatan dengan menekan benda, menjadikan gepeng atau pipih. Kompresi berkas menggunakan teknik dasar mencari kesamaan data dan mencatat informasi ini dalam suatu senarai berindeks yang disebut juga dengan kamus

Bingung? Berikut penjelasan lengkap cara kerja program kompresi file:

1. Mencatat Pengulangan yang Terjadi
Tahukah anda sebagian berkas digital mengandung informasi berulang? Jadi cara yang paling sederhana digunakan program kompresor adalah mencatat pengulangan-pengulangan yang terjadi. Kemudian, program kompresor akan membuang pengulangan-pengulangan tersebut dan hanya menyimpan satu informasi saja, dan akan mengembalikan jumlahnya saat diekstrak.

Contoh : Sebuah berkas teks dengan isi sebagai berikut:
Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaabbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbcccccccccdddddddddddddddddddeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee

Lihat 100 karakter dalam berkas itu? Bagaimana bila berkas itu ditulis saja menjadi: 
a:89:b:41:c:9:d:19:e:61
Jadi hanya 23 karakter bukan?

2. Algoritma Lempel-Ziv
Nah cara diatas tampak sederhana sebab data yang dimiliki berurutan. Bagaimana bila data tersebar? 
Tidak masalah. Cukup mencari data mana yang paling banyak lalu diurutkan dan diberikan penanda. Ini pendekatan seperti yang dilakukan oleh algoritme Lempel–Ziv. 
Teknik ini biasa disebut pembedaan data, dan teknik ini bertumpu pada entropi (jumlah rerata informasi yang dihasilkan oleh keacakan terukur)

Cara di atas masih dapat mengembalikan data ke bentuk asal, namun ada lagi metode yang lebih extreme dalam melakukan kompresi, yakni dengan membuang informasi yang dianggap tidak diperlukan.

Untuk contoh berkas sebelumnya, maka hasil kompresi dapat menjadi:
b:41:c:9:d:19
Menjadi 13 karakter. Lebih hemat lagi, iya kan?

Masih bingung? Berikut contoh yang berbeda:
Jika sebuah berkas teks berisi “Sesungguhnya hidup adalah perjalanan. Perjalanan adalah hidup” maka setelah dikompress akan menjadi: 
Sesungguhnya 1 2 3. 3 2 1.
Dengan ini, anda sudah berhemat banyak karakter.

Salah contoh format berkas yang selalu menggunakan kompresi data adalah MP3


Gambar di atas adalah analisis spektrum suara untuk salah satu berkas MP3 menggunakan aplikasi Spek.

Coba dibandingkan untuk berkas dengan format FLAC yang notabene merupakan kompresi tanpa penghilangan informasi.


Tampak bila rentang frekuensi suara untuk MP3 lebih rendah.

Alasan penghilangan rentang frekuensi ini adalah karena secara umum, manusia hanya dapat mendengar frekuensi suara antara 20 Hz hingga 20.000 Hz.[11] Bahkan kebanyakan manusia hanya nyaman, dalam artian mudah mendengar suara, dengan rentang yang lebih pendek lagi, yakni 2.000 Hz hingga 4.000 Hz.[12] Sebab itu adalah rentang rerata frekuensi suara manusia dalam berbicara.

Hal ini memiliki kelebihan yakni ukuran berkas Mp3 lebih kecil daripada berkas FLAC. Sebagai perbandingan, berkas Mp3 di atas memiliki waktu putar 4 menit 9 detik berukuran 9,82 MiB[13] dan berkas FLAC tersebut memiliki waktu putar 6 menit 13 detik, tetapi memiliki ukuran berkas sebesar 144 MiB. Itu berarti berkas MP3 di atas rata-rata lebih hemat 89,62% untuk tiap detik dibandingkan dengan berkas FLAC tersebut.

Sebagai tambahan, saat kita melakukan kompresi suatu berkas, kadangkala ukuran berkas hasil kompresi justru menjadi lebih besar daripada berkas asli. Ini ada kemungkinan entropi dari berkas tersebut memang terlalu banyak, semisal karena berkas terlalu kecil atau berkas asli memang merupakan berkas kompres, sehingga penambahan kamus justru menambah ukuran berkas.

Sekian dari kami dan Semoga bermanfaat

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Cara Kerja Kompresi Berkas pada Komputer"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel