reksadana

Reksadana : Pengertian, Jenis dan Keuntungannya untuk Pemula

Sebelum kita membahas tentang Reksadana ada baiknya kita mengetahui sedikit tentang investasi. Sebenarnya tujuan investasi itu sederhana, dengan kita berinvestasi Kita bisa mulai mempersiapkan kebutuhan dimasa yang akan datang dengan memanfaatkan uang yang kita miliki pada saat ini.

Kebutuhan itu tentunya ada di jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang ataupun bahkan kita ingin mempersiapkan dana pension. Namun kita tahu bahwa kita tidak bisa produktif selamanya dalam bekerja sehingga investasi merupakan salah satu kunci dalam kehidupan kita. Kalau disiplin berinvestasi kita mampu untuk memenuhi segala kebutuhan kita di masa yang akan datang.

Setelah kita tahu pentingnya berinvestasi maka pertanyaan yang mungkin sering muncul dalam benak sobat idnpedia adalah kita investasikan uang kita kemana sih?

Baca Juga :   Investasi Emas vs Bitcoin. Mana yang lebih baik?

Nah ada tiga instrumen investasi klasik yang sering sekali kita temui.

Instrumen Investasi Klasik

Deposito

Deposito adalah salah satu produk investasi yang sangat umum merupakan bentuk produk dari bank dimana kita sepakat untuk menyimpan uang kita ke bank dengan tingkat suku bunga tertentu dan akan ditarik setelah periode tertentu selesai. Biasanya periode itu cukup singkat bisa satu bulan tiga bulan atau bahkan sampai satu tahun. Nah imbal hasilnya atau returnnya itu Kurang lebih sesuai dengan suku bunga yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

Obligasi

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh penerbit, bisa dari pemerintah atau juga dari korporasi. Dimana ketika kita berinvestasi di surat hutang maka kita sebagai pemegang obligasi tersebut akan mendapatkan kupon bunga beserta dengan pokok yang akan dikembalikan diakhir periode obligasi.

Baca Juga :   Prediksi Coin yang Akan Naik 2022, Tentukan Mana Yang terbaik!

Biasanya suku bunga dari obligasi sendiri itu lebih tinggi 2% daripada deposito. Tetapi jangka waktu pencairannya bisa tahunan. ini sangat cocok untuk kebutuhan jangka menengah.

Saham

Ketika kita membeli saham. Kita membeli sebagian kepemilikan dari perusahaan terbuka. kita datang ke sekuritas kita rekening saham lalu dengan account trading atau jual-beli yang disediakan oleh sekuritas. kita bisa berinvestasi ke perusahaan yang kita sudah ketahui seperti misalnya Bank BCA, bank BRI,  Telkom, Astra, Indofood dan sebagainya.

Nah di sini kita bisa mendapatkan keuntungan dari dividen yang dibagikan oleh perusahaan serta apabila perusahaannya terus-menerus bertumbuh dan mencetak laba maka diharapkan harga dari saham yang kita beli tadi akan naik. Ini sangat cocok untuk kebutuhan jangka Panjang.

Baca Juga :   Apa yang Dimaksud Menggoreng Saham?

Apa itu Reksadana

Reksadana didefinisikan sebagai wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal. Bisa saya bisa sobat investor sekalian untuk selanjutnya diinvestasikan ke dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

Jadi bahasa lainnya adalah saya dan sobat investor yang lain itu mengumpulkan dana. Dana nya menjadi satu masuk ke dalam produk-produk investasi dimana yang memilihkan produk investasi tersebut adalah suatu tim atau orang lain yang bernama manajer investasi.

Jenis Jenis Reksadana

Nah jenis-jenis reksa dana sendiri ada beberapa macam. Tetapi ada tiga reksadana yang cukup popular.

Reksadana Pasar Uang

Dimana Reksadana pasar ini isinya adalah deposito plus obligasi yang jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Baca Juga :   Kapan Waktu Tepat untuk Berinvestasi

Reksadana Obligasi atau Reksadana Pendapatan Tetap

dimana isinya bisa berupa obligasi-obligasi baik obligasi negara maupun obligasi korporat.

Reksa Dana Saham

Dimana isinya adalah saham-saham yang sudah Dipilihkan oleh si manajer investasi.

Nah, Reksadana saham sendiri terbagi menjadi dua yaitu:
satu reksa dana saham yang dikelola secara aktif dimana tujuan dari manajer investasi ini adalah ingin mengalahkan yang namanya the market atau IHSG.

Reksadana saham yang dikelola secara pasif dengan tujuan untuk menyamai market atau by demarket. Dimana isi-isi sahamnya adalah saham-saham yang terdaftar di dalam indeks acuannya. Nah disini contohnya adalah IDX30, LQ45, Jakarta Islamic index dan lain-lain.

Keuntungan Reksadana

Sekarang kita akan membahas apa untung dari Reksadana. Kita akan coba bahas satu persatu. Reksa dana pasar uang Apabila dibandingkan dengan deposito memiliki keuntungan-keuntungan sebagai berikut.

Baca Juga :   IPOT: Cukup Satu Aplikasi, Semua Bisa Berinvestasi!

Apabila di deposito minimal investasi jarang sekali bisa sampai angka 10.000. Sedangkan untuk Reksadana pasar uang itu sangat dimungkinkan sekali kita bisa investasi di produk-produk dengan minimal deposit hanya 10.000 saja.

Karena Reksadana pasar uang ini mengumpulkan dana dari masyarakat sehingga aset kelolaannya atau aset under manajemennya itu bisa mencapai ratusan miliar bahkan trilyunan. Sehingga manajer investasi memiliki kemampuan untuk bernegosiasi dengan bank-bank akan menerbitkan deposito sehingga Reksadana tersebut mendapatkan rate yang lebih bagus.

Sedangkan bayangkan kalau kita mau deposito tentu saja kita perlu uang yang lebih tinggi supaya kita bisa mendapatkan rate special.