Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara : 5 Fakta Menarik Dari Bapak Pendidikan Indonesia

Bicara tentang tokoh pendidikan nasional tentunya kalian tak asing lagi dengan nama Ki Hajar Dewantara. Tokoh yang membangun sekolah taman siswa ini memiliki banyak pemikiran penting dalam memajukan pendidikan Indonesia bahkan pemikirannya soal konsep pendidikan pun kini banyak dipakai di negara lain.

Ki Hajar Dewantara memiliki cerita yang sangat menarik untuk kita ambil pelajaran dan motivasi. Kali ini Idnpedia sudah merangkum 5 Fakta menarik dari Ki Hajar Dewantara.

Fakta Menarik Ki Hajar Dewantara Bapak Pendidikan Indonesia

Seorang Putra Bangsawan.

Lahir pada tanggal 26 1889 Ki Hajar Dewantara sebenarnya lahir dengan nama Raden Mas Suwardi Suryodiningrat. Ia adalah putra dari Pangeran Suryodiningrat dan Raden Ayu Sandhya.

Baca Juga :   Review Travelblog.id : Website utama para Traveler

Karena keinginan dekat dengan rakyat yang sangat besar, Raden Mas Soewardi Soeryaningrat yang merupakan cucu Pakualam Tiga ini menanggalkan gelar kebangsawanannya dan merubah nama menjadi Ki Hajar Dewantara. usia beliau pada saat itu 40 tahun.

Pernah Tidak Tamat Sekolah

Ki Hajar Dewantara pernah mengenyam pendidikan di Europeeche speech lagere school/ELS dan tidak menamatkannya karena sakit. Kendati demikian Ki Hajar Dewantara terus belajar selepas sembuh dari sakitnya, ia terus belajar dari mana saja hingga bisa menemukan dan merumuskan konsep-konsep pendidikan yang berguna bagi dunia pendidikan Indonesia.

Pernah Menjadi Santri

Ketika masih kecil Ki Hajar Dewantara ternyata pernah dikirim oleh kedua orang tuanya untuk belajar ilmu agama di sebuah pondok pesantren bernama Pesantren Kalasan di wilayah Prambanan. Dalam masa menjadi seorang santri Ki Hajar Dewantara banyak berguru ilmu agama kepada Kiai Sulaiman Zainuddin.

Baca Juga :   Pembahasan Soal UKK SMK TKJ 2019

Seorang Jurnalis Yang Pemberani

Pandangan politiknya Ki Hajar Dewantara banyak bertentangan dengan penjajah belanda dan atas perbedaan pandangan ya ini dengan berani ia pun menuliskannya di berbagai suratkabar tempat ia bekerja seperti oetoesan hindia, kaum muda, cahaya timur, medan java, de expres dan poesara.

Sebuah kritik pedas terhadap belanda yang memungut uang dari rakyat untuk merupakan kemerdekaan dari perancis dalam bentuk artikel membuatnya terancam diasingkan di pulau bangka. Tetapi hal ini diprotes oleh ernest douwes dekker dan dr cipto mangunkusumo yang ia kenal selama menjadi seorang jurnalis.

Baca Juga :   Gambar Penuh Makna Tentang Kehidupan

Membentuk Indische Party Bersama Tiga Serangkai

Kesadaran kihajar dewantara hal politik ditambah dengan kecocokan pemikirannya dengan rekan-rekannya (Edward Douwes Dekker dan dr. Cipto Mangunkusumo) mendorong ketiganya untuk membuat tiga serangkai.

Mereka kemudian menerbitkan artikel kontroversial yang membuat belanda meradang dan menyebabkan mereka diasingkan ke belanda selama 6 tahun di tahun 1913 sampai dengan 1919.

Judul artikel penyebab hukuman ini adalah seandainya aku seorang belanda judul asli old stiken nederland wash.

Baca Juga :   Pengalaman Lulus UTBK SBMPTN

Kemudian tiga serangkai Ki Hajar Dewantara mendirikan indische party partai pertama Indonesia di hindia-belanda pada 25 des 1912.

Mendapatkan Ijazah Ketika Berada di Pengasingan.

Dalam pengasingannya Ki Hajar Dewantara tidak berhenti memikirkan rakyat negerinya untuk memajukan kaum pribumi dengan pendidikan. Pada masa pengasingannya ia memperoleh Europeeche Akta atau ijazah pendidikan yang semakin mendekatkan impiannya untuk sumbangsih pada dunia pendidikan.

Pada 3juli 1922 Ki Hajar Dewantara mendirikan nasional onderwijs institut taman siswa dari sinilah pandangannya tentang pendidikan semakin berkembang dan diaplikasikan dalam sistem pengajaran Indonesia.

Salah satu falsafah pendidikan Ki Hajar Dewantara yang masih akrab ditelinga kita hingga kini adalah ing ngarsa sung tuladha ing madya mangun karsa tut wuri handayani yang bermakna siapa yang di depan memberi contoh, siapa yang di tengah memberi semangat dan siapa yang di belakang memberi dorongan.

Baca Juga :   14 Tips Agar Belajar Lebih Efektif dan Efisien

Sering Keluar Masuk Penjara Demi Idealisme

Idealisme membuat Ki Hajar Dewantara sering keluar-masuk penjara belanda. Baju tahanannya disimpan di museum dewantara kirti griya.

Itulah sederet fakta tentang Ki Hajar Dewantara bapak pendidikan Indonesia yang berjasa besar pada sistem pendidikan di Indonesia. Semoga perjuangan bapak pendidikan kita ini bisa menginspirasi kita semua untuk terus berjuang dan bersumbangsih ke dalam dunia pendidikan Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda.