Kutipan tajuk rencana berikut! Banyak kritik tentang bentuk soal pilihan berganda pada ujian nasional (UN). Bentuk ini hanya mampu menilai aspek pengetahuan, padahal praktis pendidikan selain sisi pengetahuan juga menyangkut sisi keterampilan, dan sikap. Bahkan karena bentuk pilihan berganda itu, kegiatan belajar mengajar pun difokuskan pada aspek pengetahuan dan mengabaikan aspek keterampilan. Yang ideal, sisi pilihan berganda dipadu dengan esai. Pilihan berganda memungkinkan celah mengisi teka-teki silang. Esai sebaliknya, memberi kemungkinan pengukuran aspek sikap. Akan tetapi, yang ideal tidak mudah dipraktekkan. Dalam konteks plus-minus itu perlu dilakukan pengujian hasil belajar, bahkan tes masuk secara massal.Yang dilakukan adalah membuat berbagai versi soal—memperkecil kemungkinan bocor—serta membuat berbagai pertanyaan dan pernyataan dengan tingkat perbedaan sekecil mungkin. Tanpa keluar dari pedoman kurikulum dan skala kompetensi lulus, bentuk pilihan berganda dengan koreksi mesin pun dipilih sebagai cara yang lebih praktis. Melorotnya persentase kelulusan UN tidak serta-merta disebabkan faktor soal. Tidak ada salahnya masyarakat tahu proses penyusunan soal UN. Tujuannya memberikan keyakinan bahwa arahan dan proses pembuatan soal ditempuh dengan benar. Pihak yang dituju penulis dalam kutipan tajuk rencana tersebut adalah?

Kutipan tajuk rencana berikut! Banyak kritik tentang bentuk soal pilihan berganda pada ujian nasional (UN). Bentuk ini hanya mampu menilai aspek pengetahuan, padahal praktis pendidikan selain sisi pengetahuan juga menyangkut sisi keterampilan, dan sikap. Bahkan karena bentuk pilihan berganda itu, kegiatan belajar mengajar pun difokuskan pada aspek pengetahuan dan mengabaikan aspek keterampilan. Yang ideal, sisi pilihan berganda dipadu dengan esai. Pilihan berganda memungkinkan celah mengisi teka-teki silang. Esai sebaliknya, memberi kemungkinan pengukuran aspek sikap. Akan tetapi, yang ideal tidak mudah dipraktekkan. Dalam konteks plus-minus itu perlu dilakukan pengujian hasil belajar, bahkan tes masuk secara massal.Yang dilakukan adalah membuat berbagai versi soal—memperkecil kemungkinan bocor—serta membuat berbagai pertanyaan dan pernyataan dengan tingkat perbedaan sekecil mungkin. Tanpa keluar dari pedoman kurikulum dan skala kompetensi lulus, bentuk pilihan berganda dengan koreksi mesin pun dipilih sebagai cara yang lebih praktis. Melorotnya persentase kelulusan UN tidak serta-merta disebabkan faktor soal. Tidak ada salahnya masyarakat tahu proses penyusunan soal UN. Tujuannya memberikan keyakinan bahwa arahan dan proses pembuatan soal ditempuh dengan benar. Pihak yang dituju penulis dalam kutipan tajuk rencana tersebut adalah?

  1. pendidik
  2. masyarakat
  3. peserta didik
  4. pemerintah
  5. kepala sekolah
Baca Juga :   abroad – won’t – travel – Adelia – 1 2 3 4 to – her – mommy – but – intends – 5 6 7 8 9 allow 10 The correct arrangement of the words is?

Jawaban: D. pemerintah.

Dilansir dari Ensiklopedia, kutipan tajuk rencana berikut! banyak kritik tentang bentuk soal pilihan berganda pada ujian nasional (un). bentuk ini hanya mampu menilai aspek pengetahuan, padahal praktis pendidikan selain sisi pengetahuan juga menyangkut sisi keterampilan, dan sikap. bahkan karena bentuk pilihan berganda itu, kegiatan belajar mengajar pun difokuskan pada aspek pengetahuan dan mengabaikan aspek keterampilan. yang ideal, sisi pilihan berganda dipadu dengan esai. pilihan berganda memungkinkan celah mengisi teka-teki silang. esai sebaliknya, memberi kemungkinan pengukuran aspek sikap. akan tetapi, yang ideal tidak mudah dipraktekkan. dalam konteks plus-minus itu perlu dilakukan pengujian hasil belajar, bahkan tes masuk secara massal.yang dilakukan adalah membuat berbagai versi soal—memperkecil kemungkinan bocor—serta membuat berbagai pertanyaan dan pernyataan dengan tingkat perbedaan sekecil mungkin. tanpa keluar dari pedoman kurikulum dan skala kompetensi lulus, bentuk pilihan berganda dengan koreksi mesin pun dipilih sebagai cara yang lebih praktis. melorotnya persentase kelulusan un tidak serta-merta disebabkan faktor soal. tidak ada salahnya masyarakat tahu proses penyusunan soal un. tujuannya memberikan keyakinan bahwa arahan dan proses pembuatan soal ditempuh dengan benar. pihak yang dituju penulis dalam kutipan tajuk rencana tersebut adalah pemerintah.