Kenali Teknologi RAID Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Alhamdulillah hingga saat ini kami masib bisa terus update konten blog ini dengan harapan bisa menjadi bahan referensi sobat kalian, sesuai dengan judul artikel ini kami akan mengupas lengkap mengenai teknologi RAID yang ada pada media penyimpanan komputer.

Sebelum kita terlalu jauh membahas tentang kelebihan dan kekurangan RAID, sebaiknya kita mengetahui apakah RAID itu? Jadi RAID (Redundant Array of Inexpensive Disks) adalah teknologi yang digunakan untuk meningkatkan kinerja atau keandalan penyimpanan data. 
Penting untuk sobat ketahui sistem RAID terdiri dari dua atau lebih drive yang bekerja secara paralel baik itu pada hardisk maupun ssd, dan RAID juga memiliki tingkatan yang berbeda, masing-masing dioptimalkan untuk situasi tertentu.
Berikut tingkatan RAID yang penting untuk sobat ketahui antara lain: 
1. RAID 0 – striping 
2. RAID 1 – mirroring 
3. RAID 5 – striping dengan parity
4. RAID 6 – striping dengan parity ganda 
5. RAID 10 – menggabungkan mirroring dan striping 
Untuk menjalankan fungsi RAID maupun mengontrol drive dapat menggunakan kartu pengontrol terpisah (RAID controller) atau hanya menggunakan driver. RAID juga dapat digunakan dengan sejumlah antarmuka, termasuk SCSI, IDE, SATA atau FC (fiber channel.) Ada sistem yang menggunakan disk SATA secara internal, tetapi yang memiliki FireWire atau SCSI-interface untuk sistem host. 
Kadang-kadang sistem penyimpanan didefinisikan sebagai JBOD, yang merupakan singkatan dari ‘Just a Bunch Of Disks’. Ini berarti bahwa disk tersebut tidak menggunakan tingkat RAID spesifik dan bertindak sebagai disk yang berdiri sendiri. Ini sering dilakukan untuk Hardisk yang berisi file swap atau data spooling. 
Dan untuk memperkaya informasi artikel ini, berikut kami jabarkan secara lengkap tingkat RAID yang paling populer: 
1. Level RAID 0 – Striping 
Data dalam sistem RAID 0 dibagi menjadi blok-blok yang ditulis di semua drive dalam array. Dengan menggunakan banyak disk (minimal 2) secara bersamaan, Sistem ini menawarkan kinerja I/O superior. Kinerja ini dapat ditingkatkan lebih lanjut dengan menggunakan banyak controller, idealnya satu controller per hardisk.
Ilustrasi RAID 0
Kelebihan
  • RAID 0 menawarkan performa read dan write yang luar biasa. Tidak ada overhead yang disebabkan oleh kontrol paritas. 

  • Semua kapasitas penyimpanan digunakan, tidak ada overhead. 
  • Teknologi ini mudah diterapkan. 
Kekurangan
  • RAID 0 tidak toleran terhadap kesalahan. Jika satu Hardisk gagal, semua data dalam array RAID 0 hilang. 

  • Seharusnya tidak digunakan untuk sistem yang kritis. 
Penggunaan yang ideal 
RAID 0 ideal untuk penyimpanan data non-kritis yang harus dibaca/ditulis pada kecepatan tinggi, seperti pada pekerjaan editing gambar maupun video. 
Jika Anda ingin menggunakan RAID 0 murni untuk menggabungkan kapasitas penyimpanan beberapa hardisk dalam satu volume, pertimbangkan untuk memasang satu hardisk yang terpisah dari drive yang lain. Ini didukung di Linux, OS X serta Windows dan memiliki keuntungan apabila terjadi kegagalan drive tunggal tidak berdampak pada data di disk lain.
2. RAID level 1 – Mirroring 
Data disimpan dua kali dengan menulisnya ke 2 Hardisk. Jika Hardisk gagal/rusak, controller menggunakan hardisk utama atau hardisk cadangan untuk pemulihan data dan melanjutkan operasi. Sobat memerlukan setidaknya 2 hardisk untuk RAID 1 array. 
teknologi RAID
Kelebihan
  • RAID 1 menawarkan kecepatan baca yang sangat baik dan kecepatan tulis yang sebanding dengan satu hardisk.. 

  • Dalam hal hardisk rusak, data tidak harus diperbaiki manual, sistem secara otomatis merecovery data dari hardisk cadangan.. 
  • RAID 1 adalah teknologi yang sangat sederhana. 
Kekurangan
  • Kerugian utamanya adalah kapasitas penyimpanan yang efektif hanya setengah dari kapasitas total hardisk karena semua data ditulis dua kali. 

RAID 1 software tidak selalu memungkinkan hot swap dari hardisk yang rusak. Artinya, hardisk yang rusak hanya dapat diganti setelah mematikan komputer yang digunakan. Untuk server yang digunakan secara bersamaan oleh banyak orang, ini mungkin tidak dapat ditolerir. Sistem seperti itu biasanya menggunakan controller perangkat keras yang mendukung hot swapping. 
Penggunaan yang ideal 
RAID-1 sangat ideal untuk penyimpanan kritis, misalnya untuk sistem akuntansi. Ini juga cocok untuk server kecil di mana hanya dua hardisk/media penyimpanan data yang akan digunakan. 
3. Level RAID 5 
RAID 5 adalah level RAID aman yang paling umum. Diperlukan setidaknya 3 hardisk untuk memecah data hingga 16 blok, parity checksum dari semua blok data ditulis. Data parity (sistem pendeteksi eror) tidak ditulis ke hardisk tetap, melainkan tersebar di semua hardisk. Jelasnya perthatikan gambar di bawah ini.
Dengan menggunakan data parity, komputer dapat merecovery yang hilang dengan memanfaatkan blok data lainnya. Itu berarti RAID 5 dapat mengatasi satu kegagalan hardisk tanpa kehilangan data/akses ke data.
Meskipun RAID 5 dapat digunakan lewat software, menggunakan controller perangkat keras lebih kami rekomendasikan. Biasanya controller memiliki cache tambahan untuk meningkatkan kinerja sistem.
teknologi RAID
Keuntungan
  • Proses Baca data sangat cepat tetapi ketika menulis data agak lambat (karena parity/paritas yang harus dihitung). 

  • Jika hardisk rusak, sobat masih memiliki akses ke semua data, dan ketika hardisknya sudah diganti, sistem secara otomatis akan merecovery data.
Kekurangan
  • Kegagalan hardisk berpengaruh pada throughput, meskipun ini masih dapat ditorerir.

  • Ini teknologi yang rumit. Jika salah satu disk dalam array menggunakan disk 4TB gagal dan diganti, memulihkan data (waktu rekondisi) dapat memakan waktu satu hari atau lebih lama, tergantung beban pada array dan kecepatan controller. Jika disk lain juga ikut rusak selama proses recovery, data hilang selamanya. 
Penggunaan yang ideal 
RAID 5 adalah sistem serba guna yang menggabungkan penyimpanan efisien dengan keamanan yang sangat baik dan kinerja yang layak. Ini sangat ideal untuk file dan server aplikasi yang memiliki penyimpanan data terbatas.
4. Level RAID 6 – Striping dengan parity ganda 
RAID 6 seperti RAID 5, tetapi data parity ditulis ke dua drive. Artinya, membutuhkan setidaknya 4 hardisk dan voila, kita dapat mengatasi 2 hardisk rusak secara bersamaan. Kemungkinan dua drive rusak pada saat yang sama tentu saja sangat kecil. 
Namun, jika hardisk dalam sistem RAID 5 mati dan digantikan oleh hardisk baru, dibutuhkan beberapa jam atau bahkan lebih dari sehari untuk merecovery kembali data yang ada. Jika hardisk lain rusak selama waktu itu, kita masih dapat menyelamatkan datanya.
teknologi RAID
Keuntungan
  • Seperti dengan RAID 5, read data sangat cepat. 

  • Jika dua hardisk rusak, Anda masih memiliki akses ke semua data, bahkan ketika drive yang gagal sedang diganti. Jadi RAID 6 lebih aman daripada RAID 5. 
Kekurangan
  • Write data lebih lambat daripada RAID 5 karena data parity tambahan yang harus diproses. 

  • Kegagalan drive berpengaruh pada throughput, meskipun ini masih dapat ditolerir. 
Ini adalah teknologi yang rumit. Merecovery kembali data di salah satu hardisk rusak dapat memakan waktu lama. 
Penggunaan yang ideal 
RAID 6 adalah sistem serba guna yang menggabungkan penyimpanan efisien dengan keamanan yang sangat baik dan kinerja yang layak. Lebih disukai daripada RAID 5 di file dan server aplikasi yang menggunakan banyak drive besar untuk penyimpanan data. 
5. RAID level 10 – menggabungkan RAID 1 & RAID 0 
Teknologi yang menggabungkan kelebihan (dan kerugian) dari RAID 0 dan RAID 1 dalam satu sistem tunggal.
Ini adalah konfigurasi RAID bersarang atau hibrida. Ini memberikan keamanan dengan menggandakan semua data pada hardisk sekunder dengan striping data di setiap hardisk untuk mempercepat transfer data.
Jelasnya, perhatikan gambar berikut.
teknologi RAID
Keuntungan
  • Jika ada yang eror dengan salah satu disk dalam konfigurasi RAID 10, waktu recovery sangat cepat. 

Kekurangan
  • Setengah dari kapasitas penyimpanan digunakan untuk menggandakan data, jadi dibandingkan dengan RAID 5 atau RAID 6 array, ini adalah cara yang mahal untuk memiliki redudansi. 

Bagaimana dengan level RAID 2, 3, 4 dan 7? 
Level-level ini memang ada tetapi tidak umum (RAID 3 pada dasarnya seperti RAID 5 tetapi dengan data parity selalu ditulis ke hardsik yang sama). Ini hanyalah pengantar sederhana untuk sistem RAID 
Semua tingkat RAID kecuali RAID 0 menawarkan perlindungan dari kerusakan/kegagalan penyimpanan. Sistem RAID 6 bahkan dapat bertahan meskipun 2 disk mati secara bersamaan. Untuk keamanan lengkap, sobat masih perlu mencadangkan data dari sistem RAID.
Back-up itu akan berguna jika semua disk gagal secara bersamaan karena lonjakan listrik. 
juga berguna ketika sistem penyimpanan dicuri. 
Back-up dapat disimpan di luar lokasi yang berbeda. Ini berguna ketika bencana alam atau kebakaran menghancurkan tempat kerja Anda
Alasan paling penting untuk mencadangkan beberapa generasi data adalah kesalahan pengguna. Jika seseorang secara tidak sengaja menghapus beberapa data penting dan ini tidak disadari selama beberapa jam, hari atau minggu, kumpulan back-up yang bagus memastikan sobat masih dapat mengambil file-file itu. 
Akhirnya kita sampai ke ujung pembahasan gan, apabila ada bagian yang kurang dipahami silahkan ditanyakan dan kita akan diskusikan. Kalian juga bisa baca buku Sakti Hacker by Elvy sam atau jelajahi blog ini dan temukan artikel menari lainnya. Salam Sukses. 

Baca Juga :   2 Cara Mengembalikan Windows Yang Hilang Dengan Mudah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *